Facelift mencakup berbagai teknik, bukan satu operasi yang sama bagi semua pasien. Fokusnya dapat meliputi garis rahang, pipi bawah, dan leher. Kerutan halus, pigmentasi, kualitas permukaan kulit, atau kehilangan volume mungkin memerlukan pendekatan lain.

Hasil alami dimulai dari tujuan yang realistis

Tujuan umumnya mengembalikan posisi jaringan tanpa membuat wajah tampak tertarik berlebihan. Struktur wajah, kualitas kulit, riwayat tindakan, dan kebiasaan merokok memengaruhi perencanaan serta penyembuhan.

Risiko mencakup hematoma, infeksi, masalah luka, perubahan sensasi, cedera saraf, asimetri, bekas luka, dan kebutuhan revisi. Hematoma merupakan salah satu komplikasi awal yang penting dikenali dan dapat memerlukan tindakan segera.

Pemulihan perlu ruang waktu

Memar dan bengkak dapat membuat pasien belum siap tampil pada acara penting meski merasa cukup sehat. Aktivitas, perawatan luka, dan kontrol mengikuti instruksi operator. Merokok dan nikotin meningkatkan kekhawatiran terhadap aliran darah kulit.

Dokter spesialis bedah plastik perlu menentukan apakah facelift, prosedur terbatas, atau pilihan nonoperatif lebih sesuai. Tidak ada prosedur yang membuat seseorang berhenti menua.

Referensi

1. ASPS — Facelift Risks and Safety