Oleh dr. Vanessa Zahra

Rambut rontok membuat banyak orang mencari tindakan yang terdengar lebih alami. Salah satunya PRP, singkatan dari platelet-rich plasma, yang menggunakan komponen darah pasien sendiri. Tetapi berasal dari tubuh sendiri tidak berarti pasti efektif atau bebas risiko. Pertanyaan terpenting sebelum menjalani PRP adalah jenis kerontokan apa yang sedang terjadi dan perubahan apa yang ingin diukur.

Folikel rambut dan trombosit digambarkan pada skala berbeda. Gambar bukan bukti bahwa PRP menumbuhkan rambut pada semua pasien. Ilustrasi edukatif AI.

Trombosit dan lingkungan folikel rambut

Dalam prosedur PRP, darah diambil dan diproses untuk memperoleh bagian yang kaya trombosit, kemudian diberikan pada kulit kepala oleh tenaga medis. Trombosit mengandung molekul pemberi sinyal yang terkait dengan proses perbaikan jaringan. Dasar biologis inilah yang mendorong penelitian PRP untuk rambut. [1,2]

Folikel adalah struktur tempat rambut tumbuh, bukan hanya batang rambut yang terlihat. Meski mekanismenya masuk akal secara biologis, penjelasan mekanisme saja tidak cukup membuktikan bahwa suatu prosedur akan memberikan hasil yang bermakna bagi setiap pasien.

Apa yang ditemukan penelitian?

Meta-analisis tahun 2024 pada kebotakan berpola atau androgenetic alopecia menemukan peningkatan kepadatan rambut dalam gabungan penelitian PRP dibanding plasebo. Namun, penelitian sangat beragam, kualitas bukti rendah, dan terdapat bias publikasi. [1] Artinya, ada sinyal manfaat, tetapi kepastian serta besarnya hasil pada seseorang tetap terbatas.

Hasil tersebut tidak dapat langsung diterapkan pada semua penyebab kerontokan. Rambut rontok setelah sakit, gangguan kulit kepala, atau kerusakan folikel dengan jaringan parut memerlukan penilaian berbeda. PRP bukan pengganti diagnosis.

Apa yang perlu ditanyakan sebelum tindakan?

Tanyakan diagnosis, pilihan terapi lain, jumlah sesi yang direncanakan, dan kapan hasil akan dievaluasi. Diskusikan pula biaya seluruh rangkaian, bukan hanya harga satu kali tindakan. Bila respons tidak memadai, perlu ada rencana untuk meninjau ulang pendekatan.

Karena melibatkan pengambilan darah dan suntikan, prosedur memerlukan kebersihan serta penilaian kondisi medis. Riwayat obat, gangguan perdarahan, atau masalah kulit kepala perlu disampaikan. Dokter menentukan apakah tindakan sesuai atau perlu ditunda; pasien tidak perlu menghentikan obat sendiri untuk mempersiapkannya.

Nilai perubahan dengan cara yang konsisten

Foto sebelum dan sesudah sebaiknya menggunakan belahan rambut, panjang, pencahayaan, dan sudut yang serupa. Gaya rambut yang berbeda dapat membuat kepadatan tampak berubah tanpa perubahan biologis yang sebanding. Catat juga keluhan dan pengobatan lain yang berjalan bersamaan.

Dokter umum dapat memulai evaluasi dan merujuk bila diagnosis belum jelas atau membutuhkan pemeriksaan khusus. [2] PRP layak dibicarakan sebagai salah satu pilihan pada pasien terpilih, dengan ukuran keberhasilan yang disepakati dan tanpa janji rambut tumbuh kembali sepenuhnya.

Referensi

1. Kieling L, et al. (2024) — Is autologous platelet-rich plasma capable of increasing hair density in patients with androgenic alopecia? Systematic review and meta-analysis

2. American Academy of Dermatology — Hair loss: Diagnosis and treatment

Tautan literatur