Diabetes dalam kehamilan bukan satu keadaan yang seragam
Seseorang dapat memasuki kehamilan dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2, sedangkan diabetes gestasional didiagnosis pada trimester kedua atau ketiga tanpa diabetes yang jelas sudah ada sebelum kehamilan. Diabetes yang baru ditemukan saat hamil karena sebelumnya belum terdiagnosis perlu dibedakan dari diabetes gestasional. [3] Perbedaan ini penting ketika membahas bukti teknologi pemantauan. Alat yang bermanfaat pada satu kelompok tidak otomatis memiliki besaran manfaat yang sama pada kelompok lainnya.
ADA 2026 mendukung CGM dalam kehamilan dengan diabetes tipe 1, sementara menyatakan data belum cukup untuk mendukung penggunaannya pada semua orang dengan diabetes tipe 2 atau diabetes gestasional. [1] Artinya, pilihan untuk kedua kelompok terakhir tetap memerlukan pertimbangan individual, bukan kesimpulan bahwa sensor selalu wajib atau sama sekali tidak boleh digunakan.
Apa yang ditunjukkan CONCEPTT
Uji acak internasional CONCEPTT mencakup dua kelompok penelitian terpisah: 215 peserta yang sedang hamil dan 110 yang merencanakan kehamilan, seluruhnya dengan diabetes tipe 1. Pada kelompok hamil, peneliti membandingkan pemantauan kapiler dengan tambahan CGM terhadap pemantauan kapiler tanpa CGM. [2]
Kelompok CGM mengalami perbaikan pengelolaan glukosa dan beberapa hasil neonatal, termasuk lebih sedikit bayi besar untuk usia kehamilan serta hipoglikemia neonatal. [2] Temuan tersebut merupakan alasan penting penggunaan CGM pada kehamilan dengan diabetes tipe 1, tetapi tidak menjamin setiap kehamilan bebas komplikasi.
Studi ini tidak meneliti semua jenis diabetes dalam kehamilan sebagai satu kelompok. Karena itu, hasil CONCEPTT tidak dapat langsung dipakai sebagai bukti bahwa semua diabetes gestasional memerlukan perangkat yang sama. Desain, peserta, serta dukungan penelitian harus dipertimbangkan sebelum menerapkan hasil.
Target dan waktu pemeriksaan perlu dijelaskan
Sasaran glukosa dalam kehamilan berbeda dari sasaran umum di luar kehamilan. ADA menyatakan CGM digunakan bersama upaya mencapai sasaran sebelum dan setelah makan, bukan menghapus seluruh kebutuhan penilaian tersebut. [1] Mintalah tim kehamilan dan diabetes menuliskan target yang berlaku serta kapan pemeriksaan dilakukan.
Jangan menggunakan pengaturan rentang dari teman yang tidak hamil sebagai acuan pribadi. Pastikan laporan dan aplikasi memakai pengaturan yang memang dipilih untuk keadaan Anda. Jika belum memahami perbedaan antara angka sesaat, waktu dalam rentang, dan HbA1c, tanyakan sebelum mengambil keputusan dari grafik.
Bila pemeriksaan jari masih dianjurkan pada waktu tertentu, diskusikan alasan serta cara mencatatnya bersama data sensor. Mencampur angka tanpa menyebut sumber dan waktunya dapat menyulitkan evaluasi. Buat satu format catatan yang dapat dibaca oleh seluruh tim yang terlibat. Bila kontrol kebidanan dan diabetes dilakukan pada hari berbeda, pastikan perubahan rencana dibawa ke kedua kunjungan agar arahan terbaru dapat dipahami secara konsisten.
Rencana harus mencakup kegiatan sehari-hari
Kehamilan dapat membawa perubahan pola makan, mual, pekerjaan, dan kebutuhan bantuan. Ceritakan hambatan yang benar-benar terjadi, termasuk sulit makan pada waktu tertentu atau tidak nyaman memakai sensor. Rencana pemantauan perlu dapat dijalankan dalam keadaan tersebut, bukan hanya sesuai jadwal ideal.
Jika memakai insulin, jangan mengubah dosis berdasarkan saran umum atau pengalaman ibu hamil lain. Kebutuhan dapat berbeda dan memerlukan peninjauan tim perawatan. Demikian pula, jangan membatasi makanan secara ekstrem hanya untuk membuat kurva tampak datar. Kebutuhan gizi ibu dan janin perlu dibahas bersama tenaga kesehatan yang sesuai.
Siapkan pemantauan cadangan bila sensor bermasalah serta petunjuk tentang siapa yang dihubungi. Tanyakan gejala dan hasil apa yang memerlukan kontak segera. Bila muncul kondisi berat atau kondisi tubuh memburuk, cari penilaian langsung dan jangan menunggu seluruh data terkumpul.
Evaluasi berlanjut setelah persalinan
Bicarakan rencana pemantauan dan pengobatan setelah melahirkan sebelum hari persalinan tiba. Jangan menganggap pengaturan selama hamil akan tetap sama sesudahnya. Untuk diabetes gestasional, tanyakan pula pemeriksaan lanjutan yang diperlukan agar status glukosa setelah kehamilan dapat dinilai dengan tepat. [1]
Simpan ringkasan diagnosis, obat, target, dan kontak tim pada tempat yang mudah dijangkau. Bila ada pasangan atau keluarga yang membantu, pastikan mereka memahami tugasnya. Bantuan praktis seperti menyiapkan perlengkapan atau menemani kontrol dapat disepakati tanpa membuat pasien menerima banyak instruksi yang berbeda.
Pemilihan CGM dalam kehamilan sebaiknya mengikuti jenis diabetes, bukti yang relevan, serta kebutuhan ibu. Teknologi menambah informasi, sementara koordinasi tim dan rencana yang jelas membantu informasi tersebut digunakan untuk perawatan yang aman selama kehamilan dan sesudahnya. Sertakan tanggal setiap perubahan agar tim mengetahui instruksi mana yang paling baru.
Diagram pendukung

Referensi
- 15. Management of Diabetes in Pregnancy: Standards of Care in Diabetes—2026
Tanggal sumber: 2026; diperiksa: 2026-10-24 - CONCEPTT: Continuous glucose monitoring in pregnant women with type1 diabetes
Tanggal sumber: 2017; diperiksa: 2026-10-24 - 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026
Tanggal sumber: 2026; daring 8 Desember 2025; diperiksa: 2026-10-24




