HBOT meningkatkan paparan oksigen melalui tekanan yang lebih tinggi dari tekanan lingkungan. Hubungannya dengan inflamasi menarik karena jaringan yang sakit dapat mengalami gangguan suplai oksigen. Tetapi lebih banyak oksigen tidak otomatis berarti setiap penyakit inflamasi akan membaik. Diagnosis dan protokol menjadi bagian utama pertanyaannya.
Literatur utama yang diulas
Apa yang ditemukan pada kolitis ulseratif
Dulai dan kolega menguji HBOT sebagai tambahan steroid pada pasien yang dirawat akibat kekambuhan kolitis ulseratif sedang hingga berat. Hanya 18 dari rencana 70 peserta direkrut sebelum studi dihentikan karena kesulitan perekrutan. Kelompok HBOT menunjukkan remisi klinis hari kelima pada 50%, dibanding 0% pada kelompok sham. [1]
Angka tersebut perlu dibaca bersama ukuran studi yang sangat kecil: 10 pasien menerima HBOT dan delapan menerima sham. Hasil menjanjikan belum memastikan besar manfaat pada populasi luas. HBOT diberikan bersama steroid, sehingga penelitian tidak mendukung mengganti obat standar dengan oksigen saja. [1]
Mengapa hasil awal belum menjadi jawaban akhir
Publikasi protokol HBOT-UC pada 2025 menjelaskan rancangan uji multisenter yang lebih besar. Protokol memberitahukan cara peneliti akan menguji pertanyaan, bukan hasil keberhasilan. Pembaca perlu membedakan rencana, registrasi, dan laporan hasil akhir. [2]
Temuan pada kolitis ulseratif juga tidak otomatis berlaku untuk inflamasi akibat obesitas, kanker, atau penuaan. Artikel ini tidak menyimpulkan bahwa setiap orang dengan CRP tinggi memerlukan HBOT. Setiap perluasan indikasi membutuhkan bukti tersendiri.
Bagaimana membandingkan dengan LLLT
HBOT memberikan paparan oksigen bertekanan; LLLT atau photobiomodulation memberikan energi cahaya dengan parameter tertentu. Keduanya bukan versi berbeda dari terapi yang sama. Tidak ada dasar dari penelitian yang diulas untuk menyatakan salah satunya unggul mengatasi semua inflamasi.
Sebelum mempertimbangkan HBOT, pertanyaan praktisnya adalah penyakit apa yang ditangani, manfaat apa yang diharapkan, dan bagaimana risiko serta kelayakan dinilai. Penanganan harus mencakup pengawasan medis dan keselamatan perangkat. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menyatakan bahwa layanan atau indikasi tersebut tersedia di SMC.
Referensi dan konteks bukti
- Dulai dkk 2018 — Hyperbaric oxygen therapy is well tolerated and effective for ulcerative colitis patients hospitalized for moderate-severe flares: a phase 2A pilot multi-center, randomized, double-blind, sham-controlled trial · Penelitian primer
- Bonner dkk 2025 — Hyperbaric oxygen therapy for ulcerative colitis patients hospitalized for moderate to severe flares (HBOT-UC): study protocol for a multi-center, randomized, double-blind, sham-controlled trial · Protokol penelitian; bukan laporan hasil




