Kekhawatiran bahwa statin menurunkan testosteron perlu dijawab dengan besarnya perubahan dan makna klinisnya. Penelitian memang menemukan penurunan rata-rata testosteron total dalam sebagian analisis, tetapi hal ini tidak sama dengan kesimpulan bahwa setiap pengguna statin mengalami kekurangan hormon atau disfungsi ereksi. [1,2]
Apa yang ditemukan dalam meta analisis
Meta-analisis tahun 2024 melaporkan penurunan rata-rata testosteron total sekitar 13 ng/dL dalam gabungan uji acak yang dianalisis. Penurunan tersebut secara rata-rata tidak membawa kadar ke bawah rentang normal. Analisis juga tidak menemukan perbedaan testosteron bebas yang bermakna. [1]
Temuan kelompok tidak memprediksi hasil setiap pasien. Jenis penelitian, kondisi awal, dan obat yang digunakan perlu diperhatikan. Kajian khusus atorvastatin juga menunjukkan pentingnya membedakan pertanyaan tentang satu obat dari anggapan bahwa semua terapi kolesterol mempunyai dampak yang identik. [2]
Gejala tetap perlu dinilai
Jika libido atau ereksi berubah, catat kapan dimulai, obat yang digunakan, serta perubahan kesehatan lain. Keluhan dapat berkaitan dengan lebih dari satu faktor. Penyakit pembuluh darah, diabetes, tidur, dan keadaan psikologis juga dapat berperan dalam fungsi seksual. [3]
Jangan menghentikan statin sendiri untuk menguji dugaan. Diskusikan indikasi obat dan keluhan bersama dokter agar manfaat pengendalian risiko pembuluh darah tetap dipertimbangkan. Keputusan dapat melibatkan evaluasi tambahan tanpa harus langsung mengganti terapi.
Pemeriksaan menjawab pertanyaan yang spesifik
Bila ada alasan klinis mencurigai kekurangan testosteron, dokter menentukan pemeriksaan yang sesuai. Hasil rendah perlu ditafsirkan dalam konteks dan tidak otomatis dibuktikan sebagai akibat statin. Riwayat sebelum penggunaan dapat membantu, tetapi sering tidak tersedia.
Tanyakan apakah perubahan yang ditemukan cukup besar untuk menjelaskan gejala dan alternatif penjelasan apa yang perlu dicari. Percakapan ini lebih berguna daripada menganggap kolesterol tinggi sebaiknya dibiarkan demi hormon.
Tujuannya menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus menanggapi keluhan seksual secara serius. Keduanya dapat dibahas dalam satu rencana. Informasi penelitian sebaiknya membantu keputusan bersama, bukan menjadi alasan menukar risiko penyakit yang sudah diketahui dengan dugaan efek obat yang belum diperiksa pada diri sendiri.
Referensi
- Glina et al. 2024. Do statins decrease testosterone in men, systematic review and meta-analysis
- Effect of atorvastatin on testosterone levels, Cochrane review. 2021
- NIDDK — Treatment for Erectile Dysfunction




