Oleh dr. Vanessa Zahra

Dua orang dengan usia yang sama belum tentu memerlukan daftar pemeriksaan yang sama. Riwayat keluarga, penyakit sebelumnya, paparan rokok, dan hasil tes terdahulu dapat mengubah kebutuhan mereka. Usia membantu menentukan kapan pembicaraan skrining dimulai, tetapi keputusan yang baik tetap memperhitungkan keadaan orang yang diperiksa.

Skrining dipilih berdasarkan risiko. Ilustrasi laboratorium bukan daftar tes wajib untuk semua orang. Ilustrasi edukatif AI.

Riwayat kesehatan menentukan arah

Mulailah dengan membuat catatan sederhana tentang penyakit pada orang tua atau saudara kandung, termasuk usia saat diagnosis bila diketahui. Tuliskan pula obat rutin, operasi terdahulu, dan hasil pemeriksaan yang pernah abnormal. Catatan tersebut lebih berguna daripada mencoba mengingat semuanya ketika konsultasi sudah hampir selesai.

Skrining dilakukan pada orang yang belum memiliki gejala penyakit yang dicari. Bila ada keluhan baru, prosesnya beralih menjadi evaluasi keluhan. NHS menekankan pemilihan peserta yang paling mungkin memperoleh manfaat, sehingga pemeriksaan tidak perlu seragam untuk setiap orang. [1]

Risiko dapat mengubah waktu pemeriksaan

Tekanan darah termasuk hal yang perlu dinilai pada orang dewasa, bahkan ketika tidak ada rasa pusing. Hasil skrining yang tinggi umumnya membutuhkan konfirmasi yang sesuai, bukan kesimpulan dari satu angka saja. [2]

Untuk gula darah, berat badan, riwayat diabetes dalam keluarga, dan diabetes saat kehamilan dapat menjadi pertimbangan. NIDDK menjelaskan bahwa penilaian prediabetes menggunakan riwayat serta pemeriksaan darah; kebutuhan pengulangan bergantung pada risiko dan hasil sebelumnya. [3] Karena itu, hasil normal beberapa tahun lalu tidak otomatis menentukan kebutuhan pemeriksaan hari ini.

Skrining kanker perlu keputusan tersendiri

Pemeriksaan kanker berbeda menurut organ, usia, riwayat keluarga, serta paparan tertentu. NCI membedakan tes yang mempunyai manfaat skrining pada kelompok tertentu dari tes yang belum terbukti memberi manfaat serupa. [4] Daftar pemeriksaan pada teman atau anggota keluarga tidak dapat langsung dijadikan resep pribadi.

Dalam konsultasi, tanyakan alasan pemilihan tes, kemungkinan tindak lanjut, dan alternatif bila ada. Pedoman luar negeri dapat membantu diskusi, tetapi jadwal penerapannya perlu disesuaikan dengan pedoman dan layanan yang tersedia di Indonesia.

Membuat kalender yang dapat dipakai

Susun daftar singkat: pemeriksaan yang sudah dilakukan, hasil penting, dan kapan perlu dinilai kembali. Tambahkan perubahan risiko, seperti mulai merokok, kenaikan berat badan, atau diagnosis baru pada keluarga. Kalender ini sebaiknya ditinjau ulang ketika keadaan berubah. Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan menjadi proses berkelanjutan yang terarah, bukan pengulangan paket yang sama tanpa mempertimbangkan perkembangan kesehatan.

Referensi

1. NHS — NHS screening

2. USPSTF — Hypertension in Adults: Screening

3. NIDDK — Insulin Resistance & Prediabetes

4. National Cancer Institute — Screening Tests

Tautan literatur