Oleh dr. Vanessa Zahra

Prediabetes sering diketahui ketika seseorang merasa sehat. Kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum memenuhi batas diagnosis diabetes. Temuan ini perlu ditindaklanjuti tanpa menganggap diabetes pasti akan terjadi. Risiko dapat dikurangi, dan rencana perawatan dapat dimulai sebelum keluhan muncul.

Lemak perut merupakan salah satu faktor terkait risiko metabolik. Skema tidak menunjukkan diagnosis prediabetes. Ilustrasi edukatif AI.

Mengapa tubuh belum memberi banyak tanda

NIDDK menjelaskan bahwa prediabetes biasanya tidak menimbulkan gejala. Resistensi insulin dapat membuat sel tubuh merespons insulin dengan kurang baik, sehingga pengaturan gula darah terganggu. [1] Menunggu rasa haus berlebihan atau sering berkemih berarti melewatkan kesempatan menilai risiko lebih awal.

Riwayat keluarga, berat badan, aktivitas, serta riwayat diabetes saat hamil perlu disampaikan. Informasi ini membantu dokter memilih pemeriksaan dan menentukan waktu pemantauan, termasuk ketika hasil terdahulu masih baik.

Diagnosis memerlukan tes yang sesuai

Pemeriksaan dapat mencakup gula darah puasa atau HbA1c. Dalam rujukan NIDDK, HbA1c 5,7 sampai 6,4 persen termasuk rentang prediabetes. [1] Angka itu tetap memerlukan interpretasi klinis, bukan sekadar pencocokan melalui internet.

HbA1c juga mempunyai keterbatasan pada keadaan tertentu yang memengaruhi sel darah merah. [3] Bila hasil tidak sesuai dengan gejala atau pemeriksaan lain, dokter dapat menentukan apakah tes perlu diulang atau menggunakan pendekatan berbeda. Jangan menetapkan obat berdasarkan satu tangkapan layar hasil laboratorium.

Membuat perubahan yang dapat bertahan

Program pencegahan diabetes menekankan pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan yang sesuai. NIDDK merangkum manfaat perubahan gaya hidup terstruktur pada orang berisiko tinggi. [2] Besarnya target perlu disesuaikan dengan keadaan awal, bukan disalin dari keberhasilan orang lain.

Contoh langkah praktis adalah memilih satu waktu berjalan yang realistis dan meninjau minuman yang paling sering dikonsumsi. Catat hambatan sebelum menambah target. Bila jadwal kerja berubah-ubah, rencana yang dapat disesuaikan lebih berguna daripada jadwal ideal yang terus gagal dijalankan.

Pemantauan tetap diperlukan

Sepakati kapan gula darah diperiksa kembali dan apakah obat perlu dipertimbangkan pada keadaan tertentu. Perbaikan hasil bukan alasan menghentikan seluruh upaya atau mengubah obat sendiri. Bawa catatan aktivitas dan pertanyaan saat kontrol agar rencana dapat diperbaiki. Prediabetes memberi informasi tentang risiko saat ini; informasi tersebut paling bermanfaat ketika diubah menjadi langkah yang dapat dilakukan dan dinilai secara berkala.

Referensi

1. NIDDK — Insulin Resistance & Prediabetes

2. NIDDK — Your Game Plan to Prevent Type 2 Diabetes

3. NIDDK — The A1C Test & Diabetes

Tautan literatur