Darah segar sering dihubungkan dengan wasir, sedangkan tinja hitam dianggap berasal dari lambung. Pola itu dapat memberi petunjuk, tetapi bukan rumus pasti. Sumber perdarahan, banyaknya darah, dan waktu darah melewati saluran cerna ikut menentukan penampilan. Ada pula perdarahan yang tidak terlihat mata. Karena itu, warna tinja, pemeriksaan darah, tes feses, dan endoskopi mempunyai peran yang berbeda. [1,2,3]

Darah merah tidak selalu berarti wasir

Wasir dan luka kecil pada anus dapat mengeluarkan darah merah segar. Namun, perdarahan usus besar akibat peradangan, divertikel, polip, atau kanker juga dapat tampak merah atau merah tua. Jadi, merah bukan jaminan bahwa sumbernya hanya di anus atau bahwa kondisinya ringan. [1]

Dokter perlu mengetahui apakah darah menetes, melapisi tinja, atau bercampur dengannya, serta keluhan yang menyertai. Perdarahan saluran cerna atas yang sangat cepat pun dapat keluar sebagai darah merah melalui anus. Jangan menilai keamanan hanya dari warna. [2]

Tinja hitam seperti aspal memerlukan perhatian

Melena adalah tinja hitam pekat seperti aspal yang dapat muncul ketika darah mengalami pencernaan, sering dari kerongkongan, lambung, atau bagian awal usus halus. Luka pada lambung atau duodenum merupakan salah satu kemungkinan penyebab. Melena tidak sama dengan setiap tinja yang sekadar lebih gelap. [1,2]

Zat besi, obat yang mengandung bismut, dan makanan tertentu juga dapat menghitamkan tinja. Sampaikan penggunaannya kepada dokter, tetapi jangan langsung menganggapnya penjelasan bila ada gejala baru atau tubuh terasa lemah. Muntah darah, muntah seperti bubuk kopi, atau tinja hitam seperti aspal perlu penilaian segera. [1,2]

Tes darah biasa dan tes darah samar feses menjawab hal berbeda

Darah lengkap dapat menemukan anemia, termasuk akibat perdarahan kronis, tetapi hasil normal tidak menyingkirkan kanker kolorektal. Tes darah rutin bukan pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya kanker usus. Jangan menyamakan istilah cek darah dengan skrining kanker yang lengkap. [1,3]

FIT mencari hemoglobin manusia pada sampel tinja, sedangkan gFOBT mendeteksi darah samar dengan metode kimia berbeda. Darah samar berarti jumlahnya tidak tampak mata. Tes tersebut dapat membantu skrining kanker kolorektal, tetapi hasil positif menunjukkan perlunya evaluasi, bukan langsung membuktikan kanker. [3,4]

Hasil positif perlu ditindaklanjuti

Pada skrining berbasis feses, hasil positif umumnya ditindaklanjuti dengan kolonoskopi. Mengulang tes sampai hasilnya negatif bukan pengganti tindak lanjut. Kolonoskopi melihat bagian dalam usus besar dan dapat memungkinkan pengambilan jaringan atau pengangkatan polip sesuai temuan. [3,4]

Hasil negatif juga tidak menyingkirkan semua kanker atau polip. Bila BAB berdarah, pola BAB berubah menetap, atau ada anemia yang belum jelas penyebabnya, dokter perlu menilai gejala tersebut tanpa sekadar mengandalkan satu hasil tes feses. Tes skrining rutin terutama ditujukan bagi orang tanpa gejala; pemeriksaan pada orang bergejala mengikuti kebutuhan diagnostik. [3,4]

Tidak semua perdarahan diperiksa dengan kolonoskopi

Bila sumber dicurigai di lambung atau saluran cerna atas, dokter dapat memilih endoskopi atas atau gastroskopi. Kolonoskopi menilai usus besar, sehingga bukan pemeriksaan yang sama. Pilihan didasarkan pada kondisi pasien serta dugaan lokasi perdarahan. [5]

Sebagian tes darah khusus untuk skrining kanker kolorektal sudah tersedia dalam konteks tertentu, tetapi berbeda dari darah lengkap dan mempunyai keterbatasan. FIT bukan satu-satunya pilihan skrining. Pemilihan metode mempertimbangkan usia, riwayat keluarga, akses, dan kesiapan melakukan tindak lanjut. [3,4]

Perdarahan banyak, pingsan, sesak, keringat dingin, atau kelemahan berat memerlukan pertolongan segera. Jangan menunggu mengumpulkan sampel feses di rumah. Untuk perdarahan kecil yang berulang, pemeriksaan tetap perlu dijadwalkan agar sumbernya tidak terus diasumsikan sebagai wasir. [1]

Referensi

  1. NIDDK. Symptoms and Causes of Gastrointestinal Bleeding
  2. MedlinePlus. Black or tarry stools
  3. NCI. Screening Tests to Detect Colorectal Cancer and Polyps
  4. American Cancer Society. Colorectal Cancer Screening Tests
  5. NIDDK. Diagnosis of GI Bleeding.

Bacaan terkait