Helicobacter pylori atau H. pylori adalah bakteri yang dapat hidup di lambung dan menimbulkan peradangan maupun tukak. Pemeriksaannya tidak selalu membutuhkan gastroskopi. Urea breath test dan tes antigen feses dapat mendeteksi infeksi aktif tanpa memasukkan kamera ke lambung. Pilihan pemeriksaan mengikuti keluhan, riwayat, dan tujuan pemeriksaan. [1,4]

Apa yang diperiksa melalui napas

Dalam urea breath test, pasien memberikan sampel napas dan mengonsumsi bahan uji sesuai protokol. Bila bakteri menghasilkan enzim urease, pemecahan urea menghasilkan penanda yang dapat diukur pada napas. Ini pemeriksaan laboratorium khusus, bukan penilaian dari bau napas dan bukan tes tiup paru biasa. [1]

Tes antigen feses mencari komponen bakteri pada sampel tinja. Pemeriksaan ini berbeda dari FIT atau FOBT yang mencari darah samar. Keduanya sama-sama dapat memakai tinja, tetapi menjawab pertanyaan berbeda: infeksi H. pylori atau kemungkinan perdarahan. [1,4]

Hubungannya dengan Hb rendah

H. pylori dapat berkaitan dengan rendahnya zat besi dan anemia pada sebagian pasien. Pada anemia defisiensi besi yang tidak mempunyai penjelasan memadai, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan bakteri ini. Namun, hasil positif tidak otomatis membuktikan bahwa infeksi adalah satu-satunya penyebab anemia. [4,5]

Bila cadangan besi benar-benar memadai, penyebab lain tetap perlu dinilai. Rencana pemeriksaan tidak seharusnya berhenti pada dugaan H. pylori hanya karena Hb rendah. Kehilangan darah, gangguan penyerapan, dan penyakit lain bisa terjadi bersamaan. [5]

Gastroskopi mempunyai tujuan yang lebih luas

Gastroskopi membantu melihat lapisan saluran cerna atas dan memungkinkan pengambilan biopsi bila diperlukan. Pemeriksaan jaringan dapat digunakan untuk mendeteksi H. pylori. Melihat lambung saja tanpa tes yang sesuai tidak memastikan ada atau tidaknya bakteri. [4]

Perdarahan saluran cerna, anemia defisiensi besi, muntah menetap, penurunan berat badan yang tidak jelas, serta faktor risiko tertentu dapat memengaruhi keputusan endoskopi. Dokter mempertimbangkan keseluruhan keadaan, termasuk usia dan riwayat keluarga. Breath test tidak menggantikan pemeriksaan untuk mencari sumber perdarahan bila itu memang diperlukan. [2]

Obat dapat memengaruhi hasil dan infeksi perlu dipastikan sudah hilang

PPI seperti omeprazole, antibiotik, dan bismut dapat menyebabkan hasil negatif palsu pada pemeriksaan tertentu. Sampaikan semua obat dan tanggal terakhir diminum. Jangan menghentikan obat penting sendiri; minta petunjuk persiapan dari dokter atau laboratorium. [2,3]

ACG menganjurkan tes konfirmasi eradikasi setelah pengobatan, umumnya setidaknya empat minggu setelah terapi selesai. Untuk mengurangi negatif palsu, PPI atau PCAB biasanya dijeda dua minggu dan antibiotik serta bismut empat minggu, dengan pengaturan dokter. Urea breath test, antigen feses, atau tes berbasis biopsi dapat dipilih sesuai keadaan. Hilangnya nyeri belum membuktikan infeksi sudah teratasi. [2,3]

Pengobatan memerlukan kombinasi obat yang dipilih menurut riwayat terapi, alergi, dan pertimbangan resistansi; jangan memakai antibiotik sisa. Pembahasan ini bersifat edukasi dan tidak menyatakan bahwa breath test atau gastroskopi tersedia di SMC. [3]

Referensi

  1. ACG. H pylori patient information. 2024.
  2. ACG. Guideline highlights for H pylori infection. 2024.
  3. Schoenfeld. ACG guideline on treatment of Helicobacter pylori. 2024.
  4. AGA GI Patient Center. H pylori testing treatment and protecting your stomach.
  5. AGA. Gastrointestinal evaluation of iron deficiency anemia. 2020.

Bacaan terkait