Rasa malu atau khawatir akan nyeri dapat membuat seseorang menunda pemeriksaan anus. Mengetahui apa yang dicari dokter biasanya membuat proses lebih mudah dipahami. Tujuannya bukan sekadar menemukan benjolan, melainkan mencocokkan keluhan dengan sumbernya agar terapi tidak diberikan berdasarkan dugaan saja.
Cerita pasien adalah bagian pemeriksaan
Dokter akan menanyakan perdarahan, nyeri, benjolan, pola BAB, dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan dapat meliputi melihat area anus, pemeriksaan dengan jari bersarung dan pelumas, serta anoskopi untuk melihat saluran anus. Masing-masing memberi informasi yang berbeda. [1]
Sebelum datang, ingat kembali kapan keluhan dimulai dan apa yang berubah sejak saat itu. Bawa daftar obat serta hasil pemeriksaan lama bila ada. Tidak perlu membersihkan bagian dalam anus dengan enema tanpa petunjuk; tanyakan persiapan kepada fasilitas bila pemeriksaan sudah dijadwalkan.
Pemeriksaan perlu dijelaskan terlebih dahulu
Pada pemeriksaan rektal, pasien biasanya diminta mengambil posisi yang memudahkan penilaian dengan privasi tetap dijaga. Sampaikan bila ada nyeri, pengalaman pemeriksaan yang tidak nyaman, atau kekhawatiran tertentu. Pasien dapat meminta pendamping pemeriksaan sesuai pengaturan fasilitas. [2]
Memberi tahu rasa sakit bukan berarti menghambat pemeriksaan. Informasi itu membantu dokter menyesuaikan cara dan urutannya. Pasien juga boleh meminta penjelasan mengenai tujuan langkah berikutnya sebelum pemeriksaan dilanjutkan.
Tidak semua alat melihat bagian yang sama
Anoskopi melihat bagian saluran anus, sedangkan pemeriksaan usus yang lebih luas menjawab pertanyaan berbeda. Bila ada perdarahan, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebab selain wasir. Pemeriksaan anus yang menemukan hemoroid belum tentu menjelaskan semua episode darah. [1,3]
Karena itu, pertanyaan “mengapa saya perlu pemeriksaan lagi padahal sudah terlihat wasir” sangat wajar. Mintalah dokter menjelaskan hal apa yang masih belum terjawab. Penjelasan yang spesifik membantu pasien memahami manfaat pemeriksaan tambahan dan mempersiapkannya dengan benar.
Pulang dengan rencana yang dapat dipahami
Setelah pemeriksaan, pastikan Anda memahami diagnosis yang paling mungkin, apakah ada hal yang masih perlu dipastikan, dan apa langkah berikutnya. Bila diberi obat, tanyakan target dan lama penggunaannya. Bila tindakan disarankan, mintalah penjelasan tentang temuan yang mendasari pilihan itu.
Pemeriksaan yang bermanfaat menghasilkan lebih dari nama penyakit. Pasien memperoleh penjelasan yang menghubungkan keluhan, temuan, dan rencana perawatan. Hubungan itulah yang membantu membuat keputusan dengan tenang, termasuk ketika ternyata penyebab keluhan bukan wasir.


