Istilah blepharoplasty mencakup beberapa prosedur yang berbeda. Pada kelopak atas, tujuan dapat berupa mengurangi kulit berlebih atau membentuk lipatan. Pada kelopak bawah, masalah yang dinilai dapat meliputi kantong mata, kulit, dan penopang kelopak.

Mata bukan sekadar bentuk

Dokter menilai posisi alis, kekuatan otot pengangkat kelopak, permukaan mata, simetri, dan riwayat mata kering. Kelopak yang turun karena ptosis tidak selalu selesai dengan membuang kulit. Kesalahan mengenali penyebab dapat menghasilkan perubahan yang tidak memadai atau mengganggu fungsi.

Double eyelid surgery juga tidak mempunyai satu desain untuk semua wajah. Tinggi dan bentuk lipatan perlu mempertimbangkan anatomi, karakter wajah, dan preferensi pasien. Foto orang lain digunakan sebagai bahan komunikasi, bukan pola yang disalin.

Risiko dan pemulihan

Risiko dapat mencakup asimetri, mata kering, kesulitan menutup mata, perubahan lipatan, perdarahan, infeksi, dan kebutuhan revisi. Gangguan penglihatan mendadak atau nyeri berat setelah operasi memerlukan pertolongan segera.

Pilihan teknik dan kelayakan operasi harus dibahas dengan dokter spesialis bedah plastik; pada kondisi tertentu diperlukan kolaborasi dengan dokter mata.

Referensi

1. Hollander et al. 2020 — Aesthetic outcomes of upper eyelid blepharoplasty

2. American Academy of Ophthalmology EyeWiki — Blepharoptosis