Informed consent dimulai saat pilihan tindakan dibicarakan, bukan saat pasien diminta menandatangani formulir. Informasi harus diberikan dengan bahasa yang dapat dipahami dan cukup waktu untuk bertanya.

Lima hal yang harus jelas

Pertama, apa masalah yang ingin diperbaiki dan bagaimana dokter menilainya. Kedua, pilihan yang tersedia, termasuk tidak melakukan operasi. Ketiga, hasil yang mungkin dan keterbatasannya. Keempat, risiko umum dan risiko yang khusus bagi pasien. Kelima, rencana pemulihan serta penanganan bila hasil tidak sesuai atau komplikasi muncul.

Untuk alat implan, pasien perlu menerima informasi produk, masa pemantauan, dan kemungkinan penggantian atau pelepasan. FDA mewajibkan boxed warning dan patient decision checklist pada breast implant yang dipasarkan di Amerika Serikat sebagai contoh penguatan komunikasi risiko. Ketentuan lokal dapat berbeda, tetapi prinsip memahami manfaat dan risiko tetap relevan.

Pahami bahasa promosi

Istilah “minimal luka”, “painless”, “permanen”, atau “tanpa downtime” perlu diterjemahkan menjadi informasi konkret. Tanyakan ukuran sayatan, jenis anestesi, kemungkinan nyeri, kapan dapat bekerja, dan kondisi yang dapat memperpanjang pemulihan.

Biaya juga perlu mencakup obat, kontrol, garment, pemeriksaan, dan kemungkinan tindakan tambahan. Pasien sebaiknya mengetahui mana yang termasuk paket dan mana yang tidak.

Persetujuan dapat ditarik

Pasien boleh menunda atau membatalkan sebelum tindakan. Setelah operasi, hak memperoleh penjelasan dan tindak lanjut tetap berlaku. Salinan consent dan instruksi sebaiknya disimpan bersama informasi kontak fasilitas.

Referensi

1. NHS — Consent to treatment

2. FDA — Things to Consider Before Getting Breast Implants