Keinginan memperbaiki penampilan dapat muncul setelah bertahun-tahun atau setelah satu komentar yang terasa mengganggu. Keduanya tidak otomatis salah. Namun, keputusan operasi sebaiknya tidak dibuat ketika seseorang sedang tertekan, ingin memenuhi tuntutan pasangan, atau berharap prosedur akan menyelesaikan seluruh masalah kepercayaan diri.

Mulai dari perubahan yang benar benar ingin dicapai

Pasien perlu menjelaskan bagian yang ingin diperbaiki dengan kata-katanya sendiri. Foto referensi dapat membantu komunikasi, tetapi wajah dan tubuh orang lain tidak dapat disalin persis. Dokter spesialis bedah plastik akan menilai anatomi, kualitas kulit, proporsi, kondisi kesehatan, dan apakah target tersebut dapat dicapai dengan risiko yang dapat diterima.

Konsultasi yang baik juga membahas pilihan untuk tidak menjalani operasi, menunda, atau memilih tindakan yang lebih terbatas. Menolak atau menunda tindakan dapat menjadi keputusan medis yang tepat bila manfaat yang diharapkan tidak seimbang dengan risikonya.

Kesiapan mencakup masa pemulihan

Rencana perlu memperhitungkan cuti, pendamping, kontrol, pembatasan aktivitas, serta kemungkinan hasil akhir baru terlihat setelah bengkak mereda. Operasi elektif tidak seharusnya dijadwalkan hanya berdasarkan tanggal acara tanpa memberi waktu pemulihan yang wajar.

Pasien juga perlu mengungkapkan obat, suplemen, kebiasaan merokok atau vape, riwayat anestesi, kehamilan, dan penyakit yang sedang ditangani. Menyembunyikan informasi karena takut ditolak justru dapat meningkatkan risiko.

Pertanyaan sebelum memutuskan

Tanyakan siapa operatornya, di fasilitas mana tindakan dilakukan, jenis anestesi, risiko yang paling relevan, alternatif, kemungkinan revisi, dan siapa yang dihubungi bila muncul masalah. Beri waktu untuk membaca informed consent. Keputusan yang matang tidak membutuhkan tekanan untuk membayar pada hari yang sama.

Referensi

1. NHS — Choosing who will do your cosmetic procedure

2. FDA — Things to Consider Before Getting Breast Implants