Sebelum operasi, jaringan pemulihan dimulai dari optimasi nutrisi, penyakit penyerta, tidur, aktivitas, rokok, obat, serta dukungan di rumah. Saat operasi, keselamatan anestesi, kontrol perdarahan, pencegahan infeksi, dan dokumentasi menjadi dasar. Setelahnya, pemantauan luka, nyeri, mobilitas, dan tanda bahaya dilakukan bertahap.
Satu rencana, bukan banyak layanan yang berjalan sendiri
Dokter spesialis bedah plastik perlu mengetahui semua terapi yang diterima pasien. Layanan luka, anestesi nyeri, rehabilitasi, gizi, HBOT, atau photobiomodulation tidak boleh diberikan sebagai paket otomatis tanpa tujuan klinis yang jelas.
Koordinasi juga mencegah pesan yang saling bertentangan, misalnya kapan boleh memakai garment, memijat, mandi, olahraga, atau kembali bekerja. Catatan tindakan dan nomor kontak perlu tersedia bagi pasien.
Teknologi tidak menggantikan prinsip dasar
Tidur cukup, protein dan cairan yang memadai, penghentian nikotin, kontrol penyakit, serta kepatuhan pada instruksi sering lebih mendasar daripada terapi tambahan. Bila luka memburuk, prioritasnya adalah diagnosis penyebab dan penanganan medis.
Recovery network disusun sesuai kebutuhan pasien oleh operator dan tim terkait. Artikel ini tidak menetapkan satu paket pemulihan untuk semua prosedur.
Referensi
1. WHO 2020 — Smoking greatly increases risk of complications after surgery




