Label medical grade terdengar meyakinkan, tetapi belum cukup untuk memilih layanan shockwave bagi disfungsi ereksi. Yang perlu diperiksa adalah identitas alat, jenis gelombang, izin serta peruntukannya, bukti untuk DE, dan siapa yang melakukan penilaian medis. Lokasi layanan saja tidak membuktikan efektivitas maupun ketidaklayakan alat.

Nama yang mirip dapat berarti teknologi berbeda

Focused shockwave mengarahkan gelombang ke zona fokus, sedangkan radial pressure wave mempunyai karakter penghantaran yang berbeda. Perangkat getar juga tidak otomatis setara dengan keduanya. Bukti untuk satu teknologi tidak boleh dipindahkan hanya karena semua dipasarkan dengan nama shockwave. [1]

Uji acak radial pressure wave yang dibahas SMSNA tidak menunjukkan keunggulan dibanding sham dalam kondisi penelitian tersebut. Temuan ini tidak membuktikan semua alat radial tidak berguna untuk seluruh penyakit, tetapi membatasi penggunaan bukti focused shockwave untuk membenarkan klaim DE pada alat radial. [2]

Minta informasi yang dapat diverifikasi

Tanyakan merek, model, produsen, dan nomor izin edar. Platform e-Info Alkes Kementerian Kesehatan menyediakan pencarian data produk terdaftar. Cocokkan identitas alat yang digunakan, bukan hanya melihat sertifikat alat lain atau nama distributornya. [3]

Izin edar dan peruntukan perlu dibedakan dari bukti keberhasilan untuk DE. Dokumen perangkat untuk kondisi lain tidak otomatis membuktikan manfaat pada fungsi ereksi. Mintalah penjelasan mengenai indikasi yang dibahas dan dasar pemilihannya.

Periksa proses klinisnya

Layanan seharusnya dapat menjelaskan siapa yang menilai penyebab DE, siapa yang bertanggung jawab, serta kompetensi pelaksana. Jika ditawarkan di luar fasilitas kesehatan, pertanyaan mengenai penilaian medis, kewenangan, privasi, dan penanganan masalah menjadi semakin penting. Jangan menyimpulkan semua tempat di luar klinik memakai alat palsu, ataupun semua klinik memberi terapi efektif.

Waspadai janji pasti sembuh, hasil permanen, atau kewajiban membeli paket sebelum penyebab diperiksa. Bahkan untuk Li-SWT yang diteliti, rekomendasi EAU terbatas pada pasien terpilih dan bersifat lemah. [4]

Keputusan yang baik dibuat setelah mengetahui alternatif, biaya, ukuran hasil, serta kemungkinan tidak mendapat manfaat. Alat yang identitasnya jelas adalah bagian awal pemeriksaan, bukan akhir. Transparansi tentang bukti dan tanggung jawab klinis lebih berguna daripada slogan medical grade yang tidak dijelaskan.

Referensi

  1. Liu et al. 2021. SMSNA position statement on restorative therapies for erectile dysfunction
  2. SMSNA. 2022. Radial pressure wave randomized trial for erectile dysfunction
  3. Kementerian Kesehatan RI — e-Info Alkes dan PKRT
  4. EAU — Management of Erectile Dysfunction, guideline accessed September 2026

Bacaan terkait