Dengkuran sering dianggap sekadar suara yang mengganggu pasangan. Namun, bila disertai jeda napas, terbangun seperti tersedak, atau kantuk pada siang hari, dokter perlu mempertimbangkan obstructive sleep apnea atau OSA. Suara dengkuran saja tidak menentukan diagnosis maupun tingkat keparahannya. [1,2]
Apa yang terjadi pada jalan napas
Pada OSA, jalan napas bagian atas menyempit atau menutup berulang saat tidur. Tubuh dapat mengalami gangguan aliran udara dan terbangun singkat untuk kembali bernapas. Orang yang mengalaminya belum tentu mengingat seluruh kejadian tersebut. Akibatnya, waktu tidur tampak panjang tetapi terasa tidak memulihkan. [1]
Keluhan dapat berupa sakit kepala saat bangun, mulut kering, sering terbangun, atau mengantuk. Sebagian pasien lebih menonjolkan kelelahan atau kesulitan tidur. Penampilan tubuh dan kerasnya suara tidak dapat menggantikan penilaian klinis.
Informasi pasangan membantu pemeriksaan
Ceritakan seberapa sering jeda napas terlihat, apakah ada suara terengah, dan apakah pasien tertidur tanpa sengaja pada siang hari. Rekaman singkat yang dibuat dengan persetujuan pasien dapat menjadi informasi tambahan, tetapi tidak menggantikan sleep test.
Riwayat tekanan darah, penyakit jantung, stroke, obat yang digunakan, dan kebiasaan alkohol juga penting. Bawa daftar obat yang sebenarnya diminum, termasuk obat tidur dan produk yang dibeli tanpa resep. Tujuannya memahami risiko dan memilih pemeriksaan yang aman. [2]
Diagnosis menentukan pilihan berikutnya
Dokter dapat memilih polisomnografi atau home sleep apnea test pada pasien yang sesuai. Hasil pemeriksaan dibaca bersama gejala dan kondisi kesehatan, bukan hanya sebuah angka. Tes rumah yang negatif tidak selalu menutup kemungkinan OSA bila kecurigaan klinis tetap kuat. [2]
Jangan menilai masalah selesai hanya karena pasangan tidak lagi mendengar dengkuran setelah perubahan posisi atau penggunaan suatu produk. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah apakah gangguan napas terkendali dan fungsi siang hari membaik. Bila kantuk mengganggu keselamatan, penilaian tidak perlu ditunda sampai keluhan menjadi berat.
Referensi
- NHLBI — Sleep Apnea Symptoms
- Kapur et al. 2017. AASM guideline on diagnostic testing for adult obstructive sleep apnea




