Oleh dr. Vanessa Zahra

Sudah berbaring lama, tetapi pikiran tetap aktif. Ada juga orang yang mudah tertidur lalu terbangun berulang kali dan merasa tidak pulih saat pagi. Keduanya sama-sama menyebut keluhannya susah tidur, tetapi belum tentu mempunyai penyebab yang sama. Sebelum memilih obat atau prosedur, pola tidur dan dampaknya pada siang hari perlu dipahami dengan lebih utuh.

Otak dan perubahan cahaya membantu orientasi pembahasan tidur. Skema tidak menetapkan diagnosis insomnia. Ilustrasi edukatif AI.

Berapa lama dan apa dampaknya?

Dokter menanyakan waktu mulai tidur, frekuensi terbangun, kesempatan tidur, serta kantuk atau gangguan konsentrasi pada siang hari. Catatan tidur dapat membantu evaluasi insomnia. [1] Keluhan satu malam menjelang acara penting berbeda dari pola yang terus berulang dan mengganggu fungsi.

Catat pula jadwal kerja, konsumsi kafein, alkohol, obat, dan kebiasaan tidur siang. Tidak perlu membuat catatan yang sempurna. Tujuannya mencari pola yang dapat dibahas, bukan menambah tekanan untuk mencapai angka tidur tertentu setiap malam.

Tidak semua gangguan tidur adalah insomnia

Dengkuran keras, henti napas yang disaksikan pasangan, dan kantuk berlebihan dapat mengarah pada kemungkinan sleep apnea. [3] Nyeri, masalah suasana hati, dan keadaan medis lain juga perlu dipertimbangkan. Karena itu, mengatasi keluhan tidur tidak selalu selesai dengan membuat seseorang lebih cepat terlelap.

Bila mengantuk saat mengemudi, hentikan aktivitas tersebut dan cari cara perjalanan yang aman. Sampaikan kejadian tertidur tanpa sengaja kepada dokter. Dampak keselamatan pada siang hari penting untuk menentukan seberapa cepat evaluasi dibutuhkan.

Terapi tidak selalu dimulai dari obat

Untuk insomnia jangka panjang, cognitive behavioral therapy for insomnia atau CBT-I merupakan pilihan awal yang direkomendasikan NHLBI. [2] Pendekatan ini menargetkan kebiasaan dan pola pikir yang mempertahankan masalah tidur. CBT-I lebih terstruktur daripada sekadar nasihat untuk tidur lebih awal.

Obat dapat dipertimbangkan pada keadaan tertentu melalui penilaian manfaat dan risiko. Jangan memakai obat orang lain atau menggabungkan obat penenang dengan alkohol. Jika sudah rutin memakai obat tidur, perubahan penggunaannya perlu dibahas dengan dokter agar dilakukan secara aman.

Pilih rujukan sesuai temuan

Dokter umum dapat memulai evaluasi, menilai obat dan kondisi penyerta, lalu mengarahkan ke bidang yang sesuai. Keluhan tertentu memerlukan dokter jiwa, dokter paru, atau layanan kedokteran tidur. Rujukan membantu menjawab pertanyaan klinis, bukan memberi label bahwa keluhan hanya ada dalam pikiran.

Sepakati ukuran perbaikan yang bermakna: fungsi siang hari, keteraturan tidur, atau berkurangnya waktu terjaga yang mengganggu. Tujuan penanganan adalah tidur yang lebih memulihkan dan kehidupan yang lebih berfungsi, dengan pendekatan yang sesuai penyebab serta dapat dipertahankan.

Referensi

1. NHLBI — Insomnia: Diagnosis

2. NHLBI — Insomnia: Treatment

3. NHLBI — Sleep Apnea: Symptoms

Tautan literatur