Benjolan, gatal, atau darah setelah buang air besar sering membuat ibu hamil khawatir. Wasir, yang juga disebut ambeien atau hemoroid, memang lebih mudah muncul pada kehamilan. Namun, perdarahan tidak boleh langsung dianggap wasir tanpa memperjelas sumber dan gejalanya. Pemeriksaan membantu memilih perawatan yang sesuai untuk ibu, bukan otomatis berarti perlu operasi. [1,2]

Mengapa ibu hamil lebih rentan

Kehamilan merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan wasir. Sembelit dan kebiasaan mengejan juga dapat berperan. Ketika buang air besar menjadi sulit, jaringan di sekitar anus dapat semakin bergejala. Keluhan bisa berupa gatal, nyeri, pembengkakan, atau darah merah setelah BAB. [1,2]

Istilah ambeien kerap digunakan untuk segala benjolan di anus, padahal penyebabnya beragam. Lokasi nyeri, kapan darah keluar, serta apakah ada benjolan yang muncul saat mengejan merupakan informasi yang membantu saat konsultasi.

Langkah awal adalah menjaga BAB tetap nyaman

Makanan berserat, cairan yang cukup sesuai kondisi kesehatan, dan aktivitas yang diperbolehkan selama kehamilan dapat membantu mengurangi sembelit. Hindari mengejan terlalu kuat dan duduk terlalu lama di toilet. Membersihkan area dengan lembut juga membantu mengurangi iritasi. [1,2]

Jangan memilih salep, obat minum, jamu, atau obat pencahar hanya karena berlabel alami. Konfirmasikan kesesuaiannya dengan dokter, bidan, atau apoteker yang mengetahui kehamilan. Tujuannya menangani keluhan tanpa penggunaan produk yang isinya atau keamanannya tidak jelas. [1]

Perjelas sumber darah dan tanda yang menyertainya

Ceritakan apakah darah terlihat setelah BAB, bercampur tinja, atau sumbernya tidak jelas. Bila mungkin berasal dari vagina, segera hubungi tim kehamilan untuk arahan; jangan menyimpulkannya sebagai ambeien. Darah dari anus dan perdarahan kehamilan memerlukan penilaian yang berbeda.

Darah yang banyak, pusing berat atau hampir pingsan, nyeri anus hebat, demam, maupun keluhan berulang memerlukan evaluasi segera sesuai tingkat keparahan. Pemeriksaan terjadwal juga layak dilakukan jika keluhan tidak membaik atau diagnosis belum pernah dipastikan. [2]

Apa yang dapat dilakukan saat pemeriksaan

Dokter menanyakan gejala dan riwayat kesehatan, lalu menilai area yang berkeluhan bila diperlukan dengan persetujuan ibu. Pemeriksaan lebih lanjut dipilih berdasarkan temuan, bukan paket yang sama untuk semua orang. Beri tahu usia kehamilan serta semua obat atau suplemen yang digunakan. [3]

Banyak keluhan dapat ditangani tanpa tindakan besar. Jika tindakan dipertimbangkan, alasan, pilihan, serta waktunya perlu disesuaikan bersama tim kehamilan. Wasir yang mengganggu layak ditangani, tetapi tidak setiap ibu hamil memerlukan pemeriksaan invasif hanya karena sedang hamil.

Referensi

  1. NHS. Piles in pregnancy
  2. NIDDK. Symptoms and Causes of Hemorrhoids
  3. NIDDK. Diagnosis of Hemorrhoids

Bacaan terkait