Mendapat diagnosis wasir tidak berarti harus langsung menentukan tanggal operasi. Ada beberapa tingkat penanganan, mulai dari memperbaiki pola BAB sampai tindakan untuk jaringan yang menimbulkan keluhan. Pertanyaan awal yang lebih bermanfaat adalah masalah apa yang hendak diselesaikan dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan pasien.
Terapi awal tetap mempunyai tujuan
Perawatan awal dapat mencakup serat, pengaturan kebiasaan BAB, serta obat untuk membantu gejala dalam waktu terbatas. Pendekatan ini terutama bertujuan mengurangi gangguan seperti tinja keras dan mengejan. Obat oles dapat meredakan keluhan tertentu, tetapi tidak otomatis mengatasi prolaps atau menghilangkan seluruh jaringan hemoroid. [1]
Agar hasilnya dapat dinilai, pasien perlu tahu apa yang sedang dicoba. Misalnya, apakah targetnya BAB lebih mudah, darah berkurang, atau nyeri mereda. Mengganti produk berulang kali tanpa target sering membuat perjalanan perawatan sulit dievaluasi. Catatan perubahan keluhan membantu dokter memutuskan apakah strategi perlu dilanjutkan atau diubah.
Ada tindakan di antara obat dan operasi besar
Ligasi karet merupakan salah satu tindakan untuk wasir dalam. Karet dipasang pada jaringan yang sesuai untuk menghentikan aliran darah setempat sehingga jaringan yang diikat kemudian lepas. Tindakan ini tidak digunakan dengan cara yang sama untuk setiap benjolan luar. [2]
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa “perlu tindakan” belum tentu berarti pengangkatan jaringan dengan operasi eksisional. Namun, tindakan yang tampak sederhana juga memiliki risiko dan petunjuk perawatan. Pasien tetap perlu memahami apa yang normal setelah tindakan dan keluhan apa yang harus segera dilaporkan.
Kapan operasi layak dibicarakan
Operasi dapat menjadi pilihan pada keluhan yang menetap, anatomi tertentu, atau ketika pendekatan sebelumnya tidak memadai. Wasir luar atau kombinasi dalam dan luar yang mengganggu dapat membutuhkan pertimbangan berbeda dari perdarahan internal ringan. Penilaian ini perlu dilakukan setelah diagnosis cukup jelas. [3]
Menunda tindakan bukan selalu pilihan yang lebih baik, sebagaimana memilih tindakan lebih awal bukan otomatis lebih tuntas. Diskusi perlu menyandingkan manfaat yang diharapkan, risiko, pemulihan, dan kemungkinan penanganan ulang. Preferensi pasien menjadi bermakna ketika informasi tersebut dipahami.
Menilai keputusan bersama dokter
Tanyakan alasan rekomendasi, pilihan lain yang masih masuk akal, dan akibat bila tindakan belum dilakukan sekarang. Bila perawatan konservatif dipilih, sepakati tanda perbaikan dan alasan untuk kembali lebih cepat. Bila operasi dipilih, mintalah penjelasan tentang jaringan mana yang ditangani.
Keputusan yang baik dapat diterangkan dengan bahasa sederhana. Pasien seharusnya mengetahui mengapa satu pilihan sesuai untuk dirinya, bukan merasa harus memilih tindakan hanya karena namanya paling dikenal.
Referensi
1. NIDDK. Treatment of Hemorrhoids.



