Menemukan benjolan di anus dapat memicu dua reaksi yang sama-sama mudah terjadi: langsung menganggapnya wasir atau langsung membayangkan penyakit berat. Bentuk benjolan saja jarang cukup untuk menjawabnya. Lama muncul, perubahan ukuran, nyeri, darah, dan cairan merupakan bagian cerita yang perlu dinilai bersama.
Benjolan dapat mempunyai penyebab berbeda
Wasir, lipatan kulit, dan masalah infeksi dapat menimbulkan keluhan di sekitar anus. Fistula dapat disertai lubang kecil dan cairan berulang. Sebagian gejala kanker anus, termasuk benjolan dan perdarahan, dapat menyerupai kondisi yang lebih umum. Kemiripan gejala menjadi alasan pemeriksaan, bukan alasan menyimpulkan kanker. [1–3]
Sampaikan apakah benjolan baru, sudah lama menetap, atau berubah belakangan. Catat juga apakah muncul hanya ketika BAB atau terus terlihat. Jangan mencoba memastikan isi benjolan dengan memencet atau memasukkan benda ke anus.
Keluhan yang berulang membawa informasi
Bengkak yang membaik setelah keluar cairan lalu muncul lagi perlu diceritakan sebagai satu rangkaian. Pada fistula, keluarnya cairan tidak selalu berarti masalah sudah selesai. Riwayat abses atau tindakan sebelumnya dapat membantu dokter memahami perjalanan tersebut. [2]
Bila ada foto dari saat keluhan lebih jelas, foto dapat melengkapi cerita. Namun, pemeriksaan langsung tetap diperlukan karena foto tidak menilai kedalaman jaringan, rasa nyeri tekan, atau bagian dalam anus.
Tentukan seberapa cepat perlu diperiksa
Benjolan yang menetap, berubah, atau disertai darah perlu dinilai. Nyeri anus yang berat bersama demam atau menggigil membutuhkan perhatian segera. Perdarahan yang banyak atau tidak berhenti juga bukan keadaan untuk ditunggu dengan perawatan mandiri saja. [1,3,4]
Tidak semua benjolan memerlukan penanganan darurat. Bila keadaan stabil, pemeriksaan terjadwal membantu menentukan diagnosis dan pilihan perawatan. Yang perlu dihindari adalah membiarkan keluhan terus berubah tanpa evaluasi karena sudah terlanjur menyebutnya wasir.
Apa yang perlu diketahui setelah pemeriksaan
Mintalah penjelasan tentang diagnosis yang paling mungkin dan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan. Bila dokter memilih observasi, tanyakan perubahan apa yang menjadi alasan untuk kembali. Bila jaringan perlu diperiksa lebih lanjut, minta penjelasan tujuan pemeriksaan itu.
Pasien tidak harus datang dengan diagnosis sendiri. Tugasnya adalah membawa cerita yang selengkap mungkin; pemeriksaan membantu menerjemahkan cerita tersebut menjadi rencana. Dengan cara ini, benjolan yang sederhana tidak ditakuti secara berlebihan dan masalah yang membutuhkan penanganan tidak terlewat.



