Menemukan benjolan di anus tidak otomatis berarti wasir, tetapi juga tidak otomatis berarti kanker. Yang dibutuhkan adalah penjelasan mengenai asal benjolan, perubahan yang terjadi, dan apakah ada temuan yang perlu diperiksa lebih lanjut. Bentuk permukaan saja tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan tersebut.

Literature review ini membahas penilaian benjolan anus serta satu contoh penting dari penelitian: manfaat menangani lesi prakanker hanya dapat dipahami setelah jenis lesinya benar-benar diketahui. Hasil penelitian tersebut tidak boleh dipakai untuk menakut-nakuti semua orang yang mempunyai benjolan.

Daftar isi
  1. Cerita benjolan membantu mempersempit kemungkinan
  2. Bengkak yang mengempis setelah keluar cairan belum tentu selesai
  3. Mengapa dokter kadang menyebut kemungkinan kanker?
  4. Apa yang diperoleh dari biopsi?
  5. Pelajaran ANCHOR: diagnosis jaringan mengubah keputusan
  6. Kapan perlu segera datang, dan kapan kontrol terjadwal?

Cerita benjolan membantu mempersempit kemungkinan

Hemoroid internal dapat menonjol saat BAB, sedangkan trombosis hemoroid eksternal dapat menjadi benjolan yang nyeri. Lipatan kulit atau skin tag juga dapat tertinggal setelah masalah hemoroid eksternal mereda. Lipatan yang tidak mengganggu tidak selalu membutuhkan pengangkatan. [5]

Sampaikan apakah benjolan hanya keluar saat mengejan, masuk kembali, terus berada di luar, atau muncul mendadak bersama nyeri. Informasi tentang perubahan lebih berguna daripada menyamakan bentuknya dengan gambar internet. Foto saat keluhan jelas dapat membantu cerita, tetapi tidak mengukur kedalaman jaringan atau nyeri tekan.

Tidak perlu mencoba mendorong paksa, menusuk, atau memencet benjolan untuk mengetahui isinya. Pemeriksaan oleh dokter bertujuan membedakan kemungkinan tersebut tanpa menambah cedera.

Bengkak yang mengempis setelah keluar cairan belum tentu selesai

Fistula anus merupakan saluran abnormal antara bagian akhir usus dan kulit dekat anus. Kondisi ini sering muncul setelah abses; gejalanya dapat berupa nyeri, iritasi, cairan berbau, darah, atau nanah. Lubang salurannya mungkin terlihat pada kulit. [2]

Pemeriksaan dapat mencakup colok dubur, proktoskopi, dan pada keadaan tertentu pencitraan untuk memahami jalur fistula. Fistula biasanya tidak sembuh sendiri dan sering membutuhkan tindakan. [2] Karena itu, ceritakan rangkaian bengkak–keluar cairan–membaik–kambuh sebagai satu perjalanan, bukan kejadian yang terpisah.

Sebagai penalaran klinis, hilangnya tekanan setelah cairan keluar tidak membuktikan seluruh saluran telah menutup. Penilaian sumber keluhan dan rencana perawatan tetap diperlukan bila episode terus berulang.

Mengapa dokter kadang menyebut kemungkinan kanker?

Benjolan, perdarahan, gatal, nyeri, keluarnya lendir, atau perubahan kendali BAB dapat ditemukan pada kanker anus, tetapi juga pada penyakit yang lebih umum. NHS menegaskan bahwa gejala tersebut tidak dengan sendirinya berarti seseorang mempunyai kanker. [3]

Menyebut kemungkinan kanker berarti dokter sedang mempertimbangkan diagnosis banding. Itu berbeda dari menyatakan diagnosis pasti. Benjolan yang baru, berubah, atau tidak membaik perlu dinilai agar keputusan tidak hanya bertumpu pada dugaan “pasti wasir”.

Apa yang diperoleh dari biopsi?

Jika diperlukan, dokter mengambil sampel kecil jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan dengan alat untuk melihat bagian dalam anus dan tes darah juga dapat menjadi bagian evaluasi. Pilihannya bergantung pada gejala dan temuan. [4]

Biopsi bukan tanda bahwa dokter sudah memastikan kanker. Justru pemeriksaan jaringan membantu memperjelas jenis kelainan sebelum memilih terapi. Tanyakan bagian yang akan diambil, tujuan pemeriksaan, cara menerima hasil, dan siapa yang akan menjelaskan artinya. Jangan membiarkan hasil hanya tersimpan tanpa percakapan lanjutan.

Pelajaran ANCHOR: diagnosis jaringan mengubah keputusan

Dalam uji ANCHOR di 25 lokasi Amerika Serikat, peserta hidup dengan HIV, berusia minimal 35 tahun, dan mempunyai lesi intraepitel skuamosa derajat tinggi atau HSIL yang terbukti melalui biopsi. Dari 4.459 peserta yang diacak, 4.446 masuk analisis. Terapi HSIL dibandingkan dengan pemantauan aktif. [1]

Selama median pengamatan 25,8 bulan, kanker anus terjadi pada sembilan peserta kelompok terapi dan 21 kelompok pemantauan. Laju progresi lebih rendah 57% secara relatif, dengan interval kepercayaan 95% sebesar 6–80%. Kedua kelompok menjalani anoskopi resolusi tinggi setidaknya setiap enam bulan. [1]

Temuan ini mendukung penanganan HSIL pada populasi yang diteliti. Namun, ini bukan uji pengangkatan semua benjolan, bukan penelitian wasir, dan bukan bukti bahwa setiap skin tag berpotensi sama. Interval ketidakpastian cukup lebar; kanker tetap terjadi pada kelompok terapi. Pemantauan juga tetap menjadi bagian perawatan. [1]

Kapan perlu segera datang, dan kapan kontrol terjadwal?

Nyeri anus berat bersama demam atau menggigil perlu dinilai segera. [6] Bila keadaan stabil, pemeriksaan terjadwal dapat dimulai dengan menceritakan lama keluhan, perubahan ukuran, perdarahan, cairan, dan riwayat tindakan sebelumnya.

Setelah pemeriksaan, mintalah diagnosis yang paling mungkin serta alasan memilih observasi, obat, tindakan, atau biopsi. Jika observasi dipilih, sepakati kapan evaluasi ulang dan perubahan apa yang perlu dilaporkan. Pasien tidak harus datang dengan nama penyakit; cerita yang akurat dan tindak lanjut yang jelas jauh lebih bermanfaat.

Literatur yang diulas dan sumber pendukung

  1. Palefsky dkk. (2022). Treatment of Anal High-Grade Squamous Intraepithelial Lesions to Prevent Anal Cancer.
    Uji acak fase 3 ANCHOR; peserta dengan HIV dan HSIL terbukti biopsi
  2. NHS. Anal fistula.
    Informasi pasien tentang fistula dan pemeriksaannya
  3. NHS. Symptoms of anal cancer.
    Informasi gejala; bukan alat diagnosis mandiri
  4. NHS. Tests and next steps for anal cancer.
    Informasi pemeriksaan dan biopsi; tinjauan 2024
  5. ASCRS. Hemorrhoids Expanded Information.
    Informasi pasien organisasi profesi
  6. NHS. Anal pain.
    Informasi gejala, perawatan umum, dan kegawatan

Ulasan naratif ini menghubungkan publikasi terpilih dengan pertanyaan klinis pembaca; bukan systematic review. Ilustrasi bukan gambar dari jurnal. Informasi tidak menentukan kelayakan tindakan seseorang tanpa pemeriksaan.