Darah di tisu sering langsung dianggap sebagai wasir. Dugaan itu masuk akal, tetapi belum merupakan diagnosis. Hal yang perlu dipastikan adalah dari mana darah berasal dan apakah ada keluhan lain yang mengubah tingkat urgensinya. Warna darah membantu memberi petunjuk; pemeriksaanlah yang menentukan langkah berikutnya.
Warna merah terang belum menjawab semuanya
Wasir dapat menyebabkan darah merah terang setelah BAB. Namun, fisura, peradangan usus, polip, dan kanker juga dapat menimbulkan perdarahan dari anus. Darah yang tampak sedikit pun patut dibicarakan bila berulang atau disertai perubahan pola BAB. Menemukan wasir tidak otomatis menutup kemungkinan adanya penyebab lain. [1,3]
Perhatikan apakah darah hanya mengotori tisu, menetes, atau bercampur dengan tinja. Catat juga nyeri, lendir, diare, sembelit baru, serta obat yang sedang diminum. Informasi ini lebih berguna daripada menaksir diagnosis hanya dari foto darah. Foto boleh membantu menjelaskan kejadian, tetapi tidak memperlihatkan sumber perdarahannya.
Keluhan penyerta mengubah penilaian
Tinja hitam seperti aspal dapat menandakan perdarahan saluran cerna. Perdarahan yang banyak atau tidak berhenti, terutama bersama pusing, hampir pingsan, sesak, atau kelemahan berat, memerlukan pertolongan segera. Jangan menunggu obat wasir bekerja ketika kondisi umum memburuk. [1,2]
Perdarahan berulang dengan berat badan turun, kelelahan yang tidak biasa, atau perubahan BAB membutuhkan evaluasi terencana meskipun tidak terasa sakit. Tidak semua keluhan tersebut berarti kanker. Tujuan pemeriksaan adalah menemukan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan menebak penyakit terburuk dari satu gejala.
Mengapa pemeriksaan usus kadang diperlukan
Dokter dapat memulai dari wawancara dan pemeriksaan anus. Pada pasien tertentu, evaluasi dilanjutkan ke usus besar, misalnya ketika sumber darah belum jelas atau perdarahan tetap terjadi setelah wasir ditangani. Kolonoskopi tidak otomatis diperlukan pada setiap orang; keputusan mempertimbangkan gejala dan riwayat pribadi maupun keluarga. [3]
Riwayat “pernah didiagnosis wasir” tetap penting, tetapi bukan jaminan bahwa episode baru mempunyai penyebab yang sama. Bawa hasil pemeriksaan lama agar dokter dapat membandingkan keadaan sekarang dengan temuan sebelumnya.
Menyiapkan informasi sebelum berobat
Tuliskan kapan perdarahan dimulai, seberapa sering terjadi, dan perubahan apa yang mendahuluinya. Sertakan daftar obat, terutama obat yang memengaruhi pembekuan darah. Jangan menghentikan obat tersebut sendiri. Bila muncul episode berikutnya, catatan yang sederhana membantu menjelaskan perkembangan keluhan dengan lebih akurat.
Pertanyaan utama saat konsultasi adalah apakah sumber perdarahan sudah cukup jelas dan apa rencana bila darah muncul lagi. Jawaban atas dua pertanyaan itu membantu pasien memahami kapan cukup menjalani perawatan yang diberikan dan kapan harus kembali diperiksa.
Referensi
1. NHS. Bleeding from the bottom (rectal bleeding).

