Keluhan di sekitar anus sering diberi satu nama yang sama, yaitu wasir. Padahal, darah, rasa perih, dan cairan dari kulit dapat berasal dari proses yang berbeda. Mengenali pola keluhan membantu menjelaskan masalah kepada dokter, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan. Pengobatan akan lebih tepat bila yang ditangani memang penyebabnya.

Tiga masalah dengan mekanisme berbeda

Wasir berkaitan dengan jaringan hemoroid yang menimbulkan gejala, misalnya darah atau prolaps. Fisura ani adalah robekan pada lapisan anus; nyeri saat BAB yang dapat bertahan sesudahnya merupakan keluhan khas. Fistula ani adalah saluran abnormal antara bagian dalam anus dan kulit di sekitarnya, sering berkaitan dengan riwayat abses. [1–3]

Perbedaan ini menjelaskan mengapa krim yang meredakan gatal belum tentu menyelesaikan nyeri fisura atau cairan dari fistula. Keluhan sesaat bisa terasa lebih nyaman, sementara masalah dasarnya masih ada. Respons terhadap krim bukan alat untuk menentukan diagnosis.

Waktu munculnya keluhan memberi petunjuk

Ceritakan apakah rasa sakit terutama muncul saat tinja lewat, berlangsung setelah BAB, atau terasa terus-menerus. Untuk keluhan cairan, perhatikan apakah ada lubang kecil, bengkak berulang, atau bekas benjolan yang pernah pecah. Fistula dapat menyebabkan iritasi dan keluarnya cairan yang berbau. [2,3]

Informasi tersebut tidak harus disampaikan dengan istilah medis. Kalimat “sakitnya mulai ketika BAB dan masih terasa beberapa jam” jauh lebih membantu daripada sekadar mengatakan “wasir saya kambuh”. Bila pernah mendapat tindakan di area yang sama, sampaikan kapan dan bagaimana perjalanan sesudahnya.

Demam dan bengkak nyeri perlu perhatian

Nyeri yang berat bersama demam atau rasa menggigil perlu diperiksa segera, terutama bila ada bengkak di sekitar anus. Abses merupakan salah satu kemungkinan yang harus dinilai. Jangan menusuk atau memencet benjolan sendiri. Mengeluarkan cairan tanpa penilaian tidak memastikan sumber infeksi sudah teratasi. [3,4]

Tidak adanya darah juga tidak menyingkirkan masalah yang memerlukan tindakan. Sebaliknya, munculnya sedikit darah tidak cukup untuk memastikan wasir. Gambaran keseluruhan lebih penting daripada satu gejala yang paling mudah terlihat.

Pemeriksaan menentukan arah penanganan

Dokter dapat memulai dari pemeriksaan area anus dan menyesuaikan pemeriksaan berikutnya dengan nyeri serta temuan. Pada fistula tertentu, pemeriksaan tambahan diperlukan untuk memahami salurannya. Pasien dapat meminta penjelasan sebelum pemeriksaan dan menyampaikan bila rasa sakit membuatnya sulit melanjutkan. [3]

Setelah diagnosis dijelaskan, tanyakan apa tujuan terapi dan bagaimana mengenali masalah yang belum selesai. Mengetahui nama penyakit berguna; memahami proses di baliknya membantu pasien mengikuti perawatan dengan lebih masuk akal.

Referensi

1. NIDDK. Symptoms & Causes of Hemorrhoids.

2. NHS. Anal fissure.

3. NHS. Anal fistula.

4. NHS. Anal pain.