Perdarahan lambung atau usus dapat menurunkan hemoglobin atau Hb, bahkan ketika seseorang tidak melihat darah saat BAB. Kehilangan darah yang berlangsung perlahan dapat menguras cadangan zat besi. Karena itu, anemia yang berulang atau belum jelas penyebabnya perlu ditelusuri; menaikkan angka Hb saja belum menjawab mengapa darah terus berkurang. [1,2]
Perdarahan bisa berlangsung tanpa tinja merah atau hitam
Luka lambung, peradangan usus, dan sebagian kelainan lain pada saluran cerna dapat menyebabkan kehilangan darah. Banyaknya darah dan lamanya perdarahan memengaruhi dampaknya. Seseorang mungkin baru menyadari masalah setelah mudah lelah, pucat, berdebar, atau sesak saat beraktivitas. Gejala tersebut juga dapat berasal dari kondisi lain. [1,2]
Tidak adanya darah yang terlihat bukan bukti bahwa saluran cerna pasti bebas perdarahan. Sebaliknya, menemukan wasir belum memastikan bahwa seluruh anemia berasal dari wasir. Ceritakan pola BAB, nyeri perut, perubahan berat badan, serta penggunaan aspirin, obat antinyeri, atau pengencer darah kepada dokter. [2,5]
Makan cukup zat besi belum tentu berarti cadangannya cukup
Asupan, penyerapan, cadangan, dan kehilangan zat besi adalah hal berbeda. Makanan yang baik tidak selalu menutup kehilangan darah berulang, sedangkan gangguan penyerapan dapat membatasi zat besi yang masuk ke tubuh. Penilaian dapat mencakup darah lengkap, ferritin, dan pemeriksaan pengangkutan zat besi sesuai kebutuhan. [2,3]
Ferritin dapat meningkat saat inflamasi. Hasil yang berada dalam rentang laboratorium tidak selalu menyingkirkan kekurangan zat besi pada kondisi tersebut. Dokter perlu menafsirkan hasil bersama konteks penyakit dan, bila diperlukan, saturasi transferin. Jangan menyimpulkan zat besi cukup dari satu angka saja. [6]
Kapan gastroskopi dan kolonoskopi dipertimbangkan
Gastroskopi atau endoskopi atas melihat kerongkongan, lambung, dan bagian awal usus halus. Kolonoskopi memeriksa usus besar. Keduanya menjawab pertanyaan berbeda dan pada pasien tertentu dapat sama-sama diperlukan untuk mencari sumber kehilangan darah. [5]
Pedoman AGA merekomendasikan evaluasi kedua arah pada laki-laki dan perempuan pascamenopause dengan anemia defisiensi besi, meskipun tanpa gejala. Pada perempuan sebelum menopause, pertimbangannya lebih individual, termasuk perdarahan menstruasi dan pilihan pasien. Anemia tanpa bukti kekurangan besi memerlukan alur evaluasi sesuai penyebab yang dicurigai, bukan otomatis paket endoskopi. [4]
H pylori merupakan salah satu kemungkinan
Infeksi H. pylori dapat berkaitan dengan anemia defisiensi besi, tetapi tidak menjelaskan semua Hb rendah. Pemeriksaan noninvasif dapat menjadi bagian penelusuran anemia defisiensi besi yang belum terjelaskan. Gastroskopi tidak semata-mata dilakukan untuk mencari bakteri tersebut; indikasinya dapat mencakup pencarian luka atau sumber perdarahan. [2,4]
Bawalah hasil Hb sebelumnya, daftar obat, riwayat menstruasi, dan hasil pemeriksaan zat besi. Bila ada muntah darah, tinja hitam seperti aspal, pingsan, nyeri dada, atau sesak berat, penilaian segera lebih penting daripada menunggu pemeriksaan rutin. Artikel ini membahas pilihan evaluasi secara umum, bukan daftar layanan yang tersedia di SMC.
Referensi
- NHLBI. Anemia causes and risk factors. 2025.
- NHLBI. Iron deficiency anemia.
- ASH. Iron Deficiency Anemia.
- AGA. Gastrointestinal evaluation of iron deficiency anemia. 2020.
- NHLBI. Anemia diagnosis. 2025.
- ASH. New standards for diagnosing iron deficiency. 16 September 2026.




