Wasir tidak berubah menjadi kanker. American Society of Colon and Rectal Surgeons menjelaskan bahwa wasir tidak menyebabkan atau meningkatkan risiko kanker kolorektal. Yang perlu diwaspadai adalah kemiripan gejala: seseorang dapat menganggap darah dari anus pasti berasal dari wasir, padahal penyebabnya mungkin berbeda. Karena itu, memastikan sumber perdarahan lebih berguna daripada menebak dari istilah ambeien. [1]
Wasir dan kanker merupakan kondisi berbeda
Wasir berhubungan dengan jaringan pembuluh darah di sekitar anus dan rektum bagian bawah. Kanker melibatkan pertumbuhan sel ganas. Keduanya tidak merupakan tahapan dari satu penyakit. Memiliki wasir juga tidak berarti seseorang terlindung dari kemungkinan penyakit lain di usus. [1,2]
Darah merah segar setelah BAB sering dikaitkan dengan wasir, tetapi warna saja tidak memastikan penyebab. Keluhan lain di anus atau saluran cerna dapat menghasilkan gejala yang menyerupainya. Foto darah atau benjolan dapat membantu menjelaskan pengalaman, tetapi tidak menggantikan penilaian klinis. [2,3]
Pola perubahan memberi petunjuk yang penting
Catat sejak kapan perdarahan muncul, seberapa sering, dan apakah ada perubahan pola BAB, nyeri, atau benjolan. Beri tahu dokter bila ada penurunan berat badan yang tidak direncanakan, anemia yang pernah ditemukan, atau riwayat keluarga kanker usus. Informasi tersebut membantu menentukan kebutuhan evaluasi. [3]
Gejala semacam itu tidak otomatis berarti kanker. Sebaliknya, gejala yang tampak ringan juga tidak selalu cukup untuk menutup pemeriksaan. Tujuannya adalah menemukan penjelasan yang masuk akal, terutama ketika perdarahan berulang atau berubah dari pola sebelumnya.
Menemukan wasir belum selalu mengakhiri pemeriksaan
Dokter dapat menilai anus dan rektum, lalu memilih pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Pada pasien tertentu, kolonoskopi membantu mencari penyebab perdarahan lain di usus besar. Kebutuhannya mengikuti gejala, hasil pemeriksaan, usia, dan faktor risiko. Tidak semua pasien wasir harus langsung menjalani kolonoskopi. [1,3]
Skrining kanker pada orang tanpa gejala berbeda dari evaluasi karena BAB berdarah. Seseorang yang bergejala tidak perlu menunggu mencapai usia skrining untuk membicarakan pemeriksaan. Bila pernah didiagnosis wasir, sampaikan kapan diagnosis dibuat dan apakah perdarahan sekarang sama dengan sebelumnya.
Kapan pertolongan tidak boleh ditunda
Perdarahan banyak disertai kelemahan berat, pusing, atau hampir pingsan memerlukan pertolongan segera. Untuk darah yang sedikit tetapi berulang, atur pemeriksaan dan hindari hanya mengulang pengobatan sendiri. Nyeri hebat atau demam juga layak dinilai karena bukan gambaran yang boleh selalu dianggap wasir biasa. [2]
Pesan utamanya menenangkan sekaligus jelas: ambeien bukan calon kanker, tetapi label ambeien tidak boleh menjadi alasan mengabaikan perdarahan. Kepastian diperoleh melalui riwayat dan pemeriksaan yang sesuai, bukan melalui rasa takut atau janji bahwa satu tindakan dapat menyingkirkan semua risiko.
Referensi
- ASCRS. Hemorrhoids — Do hemorrhoids lead to colorectal cancer
- NIDDK. Symptoms and Causes of Hemorrhoids
- NIDDK. Diagnosis of Hemorrhoids




